Ducati di WSBK Mulai Melemah, Benarkah??


Ardiotomagz.com – Hasil yang diraih Bautista dalam 4 Race terakhir sebelum libur paruh musim sangat berbanding terbalik dengan hasil pada awal-awal musim. Hal ini membuat mantan Rider Ducati ikut mengomentari hasil ini. Menurut Ruben Xaus pemotongan 250 RPM pada Ducati V4R sangat berpengaruh dalam menurunnya performa Bautista di WSBK. Tampil luar biasa karena dalam lima seri di awal  Alvaro Bautista sukses gemparkan WSBK dengan menang 11x berturut-turut.

Pada awal debut Ducati memang diuntungkan dengan limiter RPM paling tinggi dibandingkan para competitor yaitu sebesar 16.350 RPM. Namun karena regulasi batas poin konsesi maka RPM langsung di Cut. Pemotongan ini dialami Ducati pada saat race di Assen belanda yaitu sebesar 250 RPM. Awalnya memang terlihat bahwa tidak ada pengaruh dengan performa Bautista, namun nyatanya sejak Race seri Jerez hingga Laguna Seca Bautista ndlosor terus dan tidak tampil garang.

“Sudah seperti dua kejuaraan yang berbeda. Ada pertarungan ketat antara Bautista dan Rea, dengan rider yang telah mendominasi diparuh musim pertama ini. Kemudian, Regulasi diberlakukan, ketika motor yang awalnya berfungsi dengan baik memiliki torsi engine yang bisa dikontrol dengan kombinasi track, memungkinkan rider mengendarai motor sesuai dengan keinginan dan bisa mencapai limit, tentu saja, hal ini (Penyunatan RPM) memengaruhi cara rider saat menggeber Motor, ini sangat merugikan. Menjadikan motor kurang kompetitif, tekanan meningkat dan juga motivasi rival yang ingin mengalahkan satu rider yang dominan. Karena tiga konsep inilah kami menilai dan melihat Álvaro Bautista yang jelas dalam memenangkan banyak race, hingga dominasi Jonathan Rea saat ini.” Ucap Xaus….


Rival terdekatnya Jonathan Rea diterima atau tidak adalah rider yang pastinya sangat berpengalaman di kejuaraan WSBK ini. Secara mentalitas jelas Rea lebih unggul dibanding Bautista jauh. Oleh karena hal inilah Rea tetap tenang dan tetap konsisten dalam menghadapi gempuran pendatang baru yaitu Buatista.

“Rea telah belajar banyak hal di paruh musim pertama ini, secara kenyataan bahwa ia harus berurusan dengan rival seperti Bautista yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Ia telah mendominasi kejuaraan ini selama empat tahun, dan secara tiba-tiba, seseorang datang, dan Bautista langsung mendominasi jauh meninggalkannya. Namun Rea tidak gugup, ia tidak mengambil banyak resiko dan sangat minim membuat kesalahan, ini memungkinkannya untuk selalu ada di sana dan menjadi pembalap terbaik kedua di track. Jadi, ketika motor sudah seimbang, sesuai peraturan dan berdasarkan hasil yang dicapai Bautista dan motornya, Rea kembali meraih banyak kemenangan.” Tutup Xaus..

Last, memang sedikit membuat Ducati gigit jari untuk meraih gelar juara dunia alias sedikit ter PHP. Saat ini jarak antara Bautista dan Rea terpaut 81 poin, Rea masih kokoh dipuncak klasemen. Dengan ini malah memperdekat jarak Rea meraih gelar ke-5 kalinya di WSBK apalagi tersisa 4 race saja. Nah menurutmu benarkah pemotongan RPM ini sangat mempengaruhi kekuatan Ducati dan Bautista?

Belum ada Komentar untuk "Ducati di WSBK Mulai Melemah, Benarkah??"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan Bawah Artikel